“Liwet Hangat Teman Ronda”

Nasi liwet sebenarnya sudah menjadi makanan sehari-hari sejak dulu. Awalnya nasi yang dengan bumbu dan lauk pauk seperti ikan, ayam, tahu tempe merupakan bekal makan para petani di ladang. Selain sebagai makanan sehari-hari, liwet juga pernah menjadi bagian sakral dari satu rangkaian upacara. Liwet yaitu teknik memasak nasi dengan cara mencampur beras dan air, bisa air putih atau air santan, dalam satu tempat khusus. Tempat yang dipakai bisa ketel, kastrol, atau dandang untuk memasak nasi hingga matang. Masak nasi liwet juga identik dengan memasukkan bumbu seperti daun salam dan garam ke nasi dan air yang sedang dimasak. Sehingga tercipta rasa gurih dan aroma yang sedap saat menyantap nasi liwet.

Sedangkan nasi liwet yang ada di kampung Wates sendiri merupakan kebiasaan bapak-bapak yang bertugas ronda yang biasanya ngaliwet bersama untuk dijadikan santap malam ketika lapar. Itulah sebabnya warga menyebutnya Nasi liwet teman ronda dan kemudian ibu-ibu KWT ( Kelompok Wanita Tani ) terinspirasi untuk menjadikan nasi liwet teman ronda tersebut sebuah makanan khas sekaligus produk kuliner mereka. Dengan begitu mereka juga bisa memanfaatkan tanaman-tanaman organik mereka sebagai bahan-bahan olahan yang bisa dijadikan masakan sebagai lauk nasi liwet tersebut.

Jadi Nasi liwet teman ronda sekarang sudah menjadi produk kuliner ibu-ibu KWT  yang bisa dipesan sebagai hidangan saat ada warga kampung mereka yang sedang melaksanakan syukuran pernikahan dan acara selametan lainnya, Bahkan sekarang nasi liwet teman ronda sudah banyak dinikmati oleh seniman-seniman lokal dan mancanegara yang sedang berkunjung ke Jatiwangi Art Factory.

 

 

 

Share Project :

  • Categories:
  • Share Project :